Minggu, 07 Oktober 2012

for A

sekelumit bait rindu hadir dalam benak
melukiskan keinginan menemuinya
tapi aku malu
aku takut
tekad untuk menyentuh jemarinya raib
tapi ribuan pertanyaan memaksaku bertindak
sedang apa dia?
bagaimana keadaannya
keinginan untuk berbicara menguar
aku harus bisa
kutekan beberapa digit angka di ponselku
menghubunginya
menanyakan kabarnya
mempertanyakan apakah dia juga rindu?

:)


Jumat, 05 Oktober 2012

my 18th birthday



19 Mei 2011. Tak ada ucapan selamat ulang tahun, gagal lulus SNMPTN  undangan, sebelumnya kecelakaan motor, mungkin tahun ini adalah ulang tahun terburukku. Rasa kesal, marah, kecewa, sedih bercampur jadi satu. Mereka sibuk merayakan kelulusan mereka, sedang aku hanya bisa menahan rasa kecewa. Apa mereka lupa hari ini ultahku? Tak ada satu hal pun yang bisa memperbaiki mood-ku saat itu.

Mereka melihatku, tapi tak ada niat untuk mendekatiku, sekedar mengucap “happy birthday” . Aku tak percaya mereka melupakan hari ini. Apakah aku tidak begitu penting hingga tak ada satupun ucapan? Aku berusaha berpikir positif, mungkin mereka memang benar-benar lupa hari ulang tahunku. Manusia memang tempatnya khilaf dan lupa, kan?

“Eh, Ki HBD ya!!” seorang teman sekelasku mengulurkan tangannya, memberiku ucapan selamat. Aku lalu mengalihkan pandanganku dari mereka, menggulirkan senyum ke arah gadis yang berbicara padaku.

“Oh, makasih ya...” ucapku sambil menjabat jemarinya. Aku senang ia ingat tapi aku sedih karena teman baikku sendiri tak mengucapkan hal itu padaku.

Malam harinya saat aku sedang belajar di kamarku, aku mendengar suara berisik di luar rumah. Sayup-sayup terdengar pembicaraan mereka mengudara.

“Ssst..mana koreknya? “

“Siap-siap.....”

KREEKK

“Happy birthday,Ki!!!!”

Sebuah tart mini dihiasi lilin-lilin kecil menerangi terasku. Aku  tersenyum ke arah mereka. Tak menyangka mereka (ternyata) mengingatnya.

“Make a wish dulu dong....”

Aku lalu merapal doaku dalam hati. Lulus di fakultas kedokteran. Satu doaku terucap. Lalu aku meniup lilin tersebut dan di saat yang bersamaan pula....

BYUURR

Ooo, aku suka mereka datang,tapi tidak untuk sagu dan telurnya.


Selasa, 02 Oktober 2012

let you go?

hari ini kita cuma terdiam.tanpa kata. tanpa isyarat apapun. aku memandangimu di seberang sana. kau malah memalingkan wajahmu. aku mencoba mencari permasalahannya. kau malah mengatakan tak ada yang perlu dipermasalahkan. aku bertanya apakah kau sedang sakit, kau berkata kau baik-baik saja. aku tak tahu lagi apa yang mesti ku perbuat. apa aku harus pergi hingga kau bisa tersenyum lagi?

mungkin bagimu aku adalah hal yang tak pernah kubaca, meski aku selalu menganggapmu adalah segala hal yang selalu kutulis dalam ingatanku. kau bilang ingin pergi menjauhiku dengan mudahnya, tanpa tahu apa yang kurasa padamu. aku memang berkata padamu bahwa kau harus pergi agar aku bisa melupakanmu. tahukah kau itu hanya pelampiasanku karena kau berkata kau tak pernah sedikitpun menyukaiku. aku tidak benar-benar mau kau pergi. salahku yang menyuruhmu pergi, dan salahku juga yang akhirnya menangis tak sanggup menahan kepergianmu.

Kamis, 27 September 2012

Pour Toi, Senandung Sunyi di Akhir Kisah


Aku adalah penggemar rahasiamu. Setiap jengkal langkahmu pasti teramati oleh sepasang bola mataku ini. Aku memang menyukaimu sejak lama. Aku bahkan hapal apa yang kau suka dan semua yang kau benci, kemana kau menghabiskan waktumu, dengan siapa kau pergi, dan kepada siapa cintamu berlabuh. Meski semua orang mencemooh tingkahmu, aku masih setia memujamu. Aku tak peduli apapun yang orang katakan tentangmu. Bagiku semua manusia itu pasti punya ketidaksempurnaan dan aku selalu bisa memakluminya. Dan ketika cinta itu mengatakan “iya” pada hatimu ke arahku, aku hanya bisa tersenyum puas dan berkata “ ini memang yang ku impikan”. Dan kau tentu tidak tahu, sudah sejak lama aku menginginkan posisi ni, menjadi seseorang  penting di hidupmu. Ku pikir, kau lah segala yang ku inginkan dalam hidup,awalnya...

Selasa, 25 September 2012

sayang dan cinta :)

hai rindu, sudah lama kau tak menegurku. Bagaimana kabar sayang hari ini? masihkah benci mendekatinya? semoga sahabatnya yang bernama bahagia itu bisa menemani kesendiriannya. kabarnya, cinta perlahan mulai menghilang. kenapa sayang tak berusaha berlari mengejarnya? masihkah sayang memiliki cintanya? ataukah mereka memang telah berpisah, hingga akhirnya cinta memutuskan beranjak dari kehidupan sayang.

rindu, tolong kabarkan pada sayang, bahwa cinta takkan pernah meninggalkannya. ia hanya butuh waktu untuk sendiri hingga akhirnya bisa memahami sayang seutuhnya. cinta kadang salah mengerti tentang apa yang dilakukan sayang. cinta kadang cemburu dengan tingkah sayang yang selalu berbuat baik dengan hati-hati di sekelilingnya. lalu cinta baru menyadari, hanya dirinyalah yang menjadi objek hati sayang.

rindu, tolong katakan pada sayang, cinta sebentar lagi akan kembali. tunggulah ia sebentar lagi. sambut ia penuh senyum. cinta sudah bisa memahaminya.
:)

Rabu, 12 September 2012

say goodbye ...

sebentar saja. biarkan aku menangis. mengurai kekuatan terakhir yang ku miliki. kini tak ada gunanya lagi. aku bertahan untuk terakhir kali. melepas bukan sekedar melupakan. sebentar saja. aku ingin merenggangkan otakku.sejenak menghapus angan. meski itu indah. tapi seringnya malah menyakitkan. lebih baik begini. tanpamu, bayangmu ataupun khayalmu. dan tangis ini bukan pertanda kalah. ini pertanda aku takkan menyesal melepasmu. pergilah jauh. aku takkan merindumu lagi. aku takkan memikirkanmu lagi. selamanya.
biarkan ku sendiri. jangan beri harapan lagi. jika engkau tak mencintaku, jangan begitu. aku lelah tersakiti. aku cuma mau bahagia. dan bahagiaku mungkin tanpamu. aku percaya. dan biarkan ku berdiri sendiri tanpa bantuanmu. aku bisa. melupakanmu, atau sekedar melepasmu...

hmm...

rasanya lucu. aku hanya mencintamu dalam diamku. tak pernah ada ungkapan cinta berlebihan. hanya diam dan merasakan. janji-janji pun tak pernah menyentuh sedikitpun gendang telinga. aku bisa merindumu dalam senyumku. setiap senyumku adalah pesan rindu tentangnmu. aku menyayangmu dalam anganku. tak pernah sekalipun bersentuhan. cukup tatapan mata bisa membuat aku menggila.

begitulah caraku mencintamu. tak penah sekalipun tergerak untuk mengubah semuanya. karena itu yang hanya bisa ku lakukan. karena keberanian tak pernah mau menyentuh diriku. ya.. engkau hanyalah cinta, cinta terpendamku. dan mungkin akan selalu jadi rindu, rindu tak bertuanku. dan bisa jadi aku akan selalu jadi pengagum rahasiamu.


Jumat, 07 September 2012

at this moment...

aku ingin menghambur ke arahnya.
memeluknya.
mengatakan aku begitu merindunya.
mengikrarkan aku telah jatuh cinta padanya.
membisikkan bahwa dia telah memilikiku seutuhnya
tapi tak mungkin.
dia tak ingin memelukku.
dia tak sedikitpun merinduku.
dia mencinta orang lain.
patah.
hatiku patah.
tiada yang sanggup memungut serpihannya.
aku tak sanggup membayangkannya.
dia menggandeng wanita lain.
dia memeluk seseorang, bukan aku.
aku membencinya, namun aku merindunya.


rindu dan harap

Aku sudah jatuh tepat di titik lebur rinduku. Semua rasa itu menguar, menembus celah-celah pertahananku, membuat hati begitu rapuh. Semua hal selalu mengaitkanku pada sosok dirimu. Kenangan yang terukir selalu berhasil masuk ke alam bawah sadarku seperti kaset yang selalu memutar bagian yang sama berulang-ulang. Memori bersamamu selalu terngiang-ngiang saat sepi menghantui. Aku begitu merindumu.

Tiap kudengar senandung itu, air mataku selalu berhasil menggenangi pelupuk mata. Aku teringat sosokmu yang begitu piawai memainkan gitar sambil menyenandungkan lagu itu. Lagu kita. Lagu yang dibawakan Lee Min Ho "My Everything" begitu lembut menyentuh gendang telingaku. Kau selalu mendendangkan lagu itu. Seperti sebuah hal yang wajib kau lakukan. Semakin lama, lagu itu semakin akrab di telingaku. Bahkan suara Lee Min Ho yang ku idolakan itu sedikit demi sedikit lenyap, tergantikan suara lembut khas-mu. Tapi aku selalu suka cara kau menyanyikannya. Begitu menghayati seolah akulah objek di lagu itu.Aku bangga menjadi objek dalam hidupmu. Aku selalu merindu caramu menyenandungkan itu.

Lalu ku bergerak menuju ruang musik. Disana bersandar gitar kesayanganmu. Kau menggunakannya di saat apapun, bahkan kau pernah bilang bahwa dia adalah hal kedua yang terpenting dalam hidupmu, setelah aku tentunya. Petikan gitar itu selalu berhasil membuat perasaanku jauh lebih baik. Pernah aku belajar memainkan gitar itu, tapi hasilnya selalu tidak sama. Gitar itu seolah punya ruh dan hanya kau saja yang bisa memainkannya dengan indah. Gitar itu sendiri. Sama sepertiku, dia pasti merindu sentuhanmu.

Aku menyusuri lorong di lantai dua saat ku temukan pintu kamarmu terbuka. Rasa penasaran membuat langkahku beralih, masuk menelusuri kamarmu. Kamar khas cowok, lengkap dengan " berantakan" yang memang lazim. Sertifikat, piagam, medali berantakan memenuhi lantai kamarmu. Tanganku refleks memungutinya satu persatu, membuatnya sedikit rapi. Lalu aku menemukan selembar kertas tulisan tanganmu. Dengan cepat aku membacanya.

tiada kata yang tepat menggambarkan rasanya
tiada hal indah yang mampu menandingi kelembutannya
tiada sesuatu yang manis yang melebihi senyumnya
aku mencintainya,tanpa celah untuk mendua
dia menyita semua memori otakku,semua mimpi dan harapan
aku mencintanya setengah mati
seluruh hati telah beralih pemilik
menjadi miliknya seutuhnya
sekali lagi dia berhasil menembus keegoan hati
dia menaklukan hati sekeras batu karang sekalipun
dia wanita sederhana yang menyita pikiranku
aku selalu , selalu dan selalu ingin memilikinya
tapi aku tak mampu
aku tak sanggup
aku tak bisa
waktuku tiada memberi kesempatan
untuk merasa bahagia
sedikitpun tak bisa
takdir terlalu kejam untuk jadi kenyataan
aku mencintanya
sampai di surga nanti, aku masih memandanginya
aku merindunya
selalu....
Air mata tak dapat melukiskan kesedihan yang ku alami. Aku kehilanganmu. Sosok yang membuatku jatuh cinta. Cinta pertamaku. Kita jatuh cinta. Tanpa syarat apapun. Hanya waktu dan takdir mempertemukan kita di suasana yang tepat hingga kita merasa begitu bahagia. Tapi aku hanya mengecap sedikit kebahagiaan bersamamu. Aku masih merindumu.Selalu.Tak ada harap lagi sekarang. Kau telah tiada.


dedicated to :seseorang yang pertama ku jatuhi cinta :') i'm still loving you..

Senin, 27 Agustus 2012

Can you feel...just for a little while?



Kita berteman. Kita bersahabat. Dimana ada kamu, pasti disitu ada aku. Orang-orang menganggap kita berpacaran. Aku tak tahu- tapi saat mereka mengira kita sepasang kekasih, ada sesuatu yang membuat aku bahagia, sesuatu yang bisa membuatku tersenyum.Aku tahu, kau akan selalu mengelak- dan bilang “ kami sahabat, tidak lebih...” dan kata itu memang selalu mujarab saat diucap olehmu. Rasa yang mula-mula manis, lalu berubah jadi getir ketika kau ucapkan itu, dan tiba-tiba udara di sekitarku menipis. Apa aku terlalu jauh dekat denganmu sehingga aku telah jatuh ke dalam hatimu? Aku masih berusaha mengelak dan mengatakan pada diriku sendiri  “ kami sahabat, tidak lebih...”
Lalu kau mulai bercerita. Semua hal. Tentang kuliahmu, teman-temanmu disana, apa saja yang kau lakukan disana, semua hal. Sama seperti dulu. Kau bercerita dan dengan senang hati aku mendengarnya. Kau menjadikanku tempat bercerita segala bahagia dan gundah yang kau rasa. Setidaknya, dengan didengarkan olehku, hatimu merasa lega. Lalu kau bertanya padaku , apakah ada hal yang ingin ku ceritakan padamu. Kemudian aku tersenyum dan berkata tidak hal yang bisa ku ceritakan padamu. Aku punya banyak cerita sebetulnya. Tentang kamu. Ya, semua ceritaku selalu berkisar tentangmu. Tentang persahabatan kita yang lambat laun membuat hatiku jatuh ke arahmu. Aku mulai menyukaimu. Tak ada ruang buat orang lain selain kamu di hatiku.
Aku sadar tak ada tempat buatku di hatimu. Kau selalu menganggapku sebagai sahabat, tidak lebih. Dan aku harus puas dengan keputusanmu itu. Meski aku tahu aku akan selalu sakit bila berada di dekatmu, tapi hanya denganmu lah aku bisa menghirup udara. Aku butuh kamu meski kamu takkan mungkin butuh aku. Aku berusaha tersenyum di hadapmu meski mataku sulit untuk menahan butir air mata.
Ceritamu terhenti pada seseorang. Kau bilang dia cantik, pintar dan sangat cocok denganmu . Kalian sangat akrab dan kau selalu tersenyum saat menceritakannya. Aku merasakan senyum yang berbeda. Kau tak pernah melewatkan setiap kata ketika bercerita tentangnya. Dan kupikir mungkin kau sudah jatuh cinta padanya. Tak ada yang salah dengan perasaanmu . Yang salah hanyalah diri dan perasaanku karena jatuh cinta kepada seseorang yang mencintai orang lain. Entah mengapa, aku merasa harus mengubur perasaan ini dalam-dalam sebelum kau menyadari, bahwa aku menyukaimu.......
Hanya satu hal sebelum aku pergi meninggalkanmu "Can you feel...just for a little while?" hanya sedikit saja dan mungkin aku bisa merasa lebih baik..
당신을 사랑 untuk yang pertama dan terakhir.